Minggu, 29 November 2015

ROMBO' KATIO

Rombo katio merupakan salah satu tempat wisata yang paling mudah ditempuh. Jarak tempuh ke rombo ini hanya sekitar 15 menit dari kota Ngabangnya.
Rombo ini terletak di jalan serimbu Lab. Landak. 
Ditempat ini selain menikmati ke indahan alam (air khususnya), pengunjung tidak perlu capek-capek bawa bekal dari rumah karena di tempat ini ada tempat makan yang menyediakan olahan ikan yang ikannya di ambil langsung dari kolam di area itu juga, olahan ayam (panggang, goreng, soup).



Sabtu, 28 November 2015

TURNEY 1: TEMIANG SAWI

29 November 2015, hari dimana niat ikut turney mulai tahun 2014 akhirnya kesampaian juga. 
Turney pertama ini merupakan minggu adven 1. Stasi yang pertama kali kami (Kak Santi, Aku, Eco, Niko, Kristina R, Mira, Rosa), tim turney SMKN 1 Ngabang ibadah bersama dengan umat yang ada di statsi Temiang Sawi yang merupakan masih dalam kecamatan Ngabang Kab. Landak. 
                                                                               Gereja Salib Suci Ngabang


                                                        Jalan masuk keluar Gereja Salib Suci Ngabang
       
Dusun Temiang Sawi ini masuknya di samping SD yang ada di Tebedak Ngabang dan spesialnya kampung ini di kelilingi oleh 2 sungai yaitu sungai Air Landak dan Sungai Kecil yang bermuara di Sungai Air Landak. Karena di kelilingi oleh dua sungai maka kampung ini rentan banjir setiap musim hujan. Rumah yang mereka bangun juga spesial yaitu rumah panggung, alasannya kalau air pasang maka rumah tidak serta merta air langsung masuk dalam rumah warga.

Kami mulai berangkat sama-sama dari gereja Salib Suci Ngabang jam 8 pagi setelah misa pertama (karena SMKN 1 Ngabang menjadi petugas). Transportasi yang kami gunakan adalah motor. 3 motor boncengan dan satu motor lagi hanya saya sendirian. Jarak tempuh dari Ngabang hingga ke Temiang Sawi ini hanya 30 menit, tetapi karena harus antri mengisi BBM jadinya kami sampai ke Temiang Sawi jam 9 kurang 15 menit.

Jalan yang harus kami kondisinya masih tanah (tanah liat, pasir) dan batuan. Dikarenakan hujan maka kami harus lebih berhati-hati lagi ketika mengendarai, sedikit lengah saja bisa masuk parit dengan ke lebar dan kedalaman satu meter. Tapi bukan jalan yang sulit ditempuh juga, motor matic pun masih bisa digunakan.

Setelah melewati naik turun bukit, belok kiri kanan maka sampailah kami di gereja stasi Temiang Sawi yang kondisi gerejanya yang masih hanya di huni oleh pengurus gereja katolik dan ternyata mereka sengaja menunggu tim kami. Kami datang disambut dengan senyum dan sapa yang ramah sekali. Setelah bertegur sapa kami di ajak ke salah satu rumah pengurus gereja, kata bapaknya "ayo kita kerumah dulu sambil menunggu umat lain yang lagi mandi". Menunggu dirumah pengurus umat, kami disuguhi minuman kopi yang rasanya sedap sekali. Selama 30 menit kami menunggu, setengah 10 akhirnya kami kembali ke gereja untuk melakukan ibadah, isi gereja sudah mulai ramai di penuhi oleh umat yang mayoritas ibu-ibu sedangkan bapak-bapaknya kurang dari 10 orang.

                                             Jalan kaki menuju rumah pengurus gereja
                                           Ketika di rumah pengurus gereja

                                                                              Gereja Stasi Temiang Sawi

                                Narsis depan gereja nieeeee

11.00 kami selesai ibadah, setelah ibadah kami di undang untuk kembali ke rumah pengurus umat yang tadi untuk makan bersama dengan umat. Ketika makan bersama ada satu lauk yang sangat menarik untuk di coba yaitu BUDU'. 
BUDU' ini adalah hasil fermentasi ikan dengan garam yang dibikin oleh warga di Temiang Sawi. Ikan yang digunakan adalah ikan budu yang kecil-kecil seperti ikan tenggiri. BUDU' cocok sekali untuk menambah nafsu makan. Suasana makan lumayan ramai karena ada yang mencoba nambahkan nasi saya (Nyompok bahasa Dayak Kanayantnya) tapi tidak berhasil karena saya sudah siap siaga. Seselesai makan kami minum kopi lagi ngobrol sebentar kemudian kami pamit untuk kembali lagi ke Ngabang. Ketika pulang kami di bekali BUDU' hasil gurauan Eco (salah satu murid) dengan menjual nama saya.

                                                                           BUDU'

Sampai ketemu di lain waktu umat di stasi Temiang Sawi. 

Senin, 08 Desember 2014

POHON: Jeritan Hati

Aku memang bibit yang disukai oleh manusi.
Tapi keadaanku terkadang segar tetapi juga kadang layu.
Aku tak ingin terus menjadi bibit gagal.
Aku ingin jadi pohon besar.
Air mana air, kenapa nggak ada air
Makanan untukku mana
aku mencoba minta pada teman "boleh nggak aku ngambil air dari lahanmu"
Teman "(terdiam)"
Akupun tak berani untuk meminta lagi.
aku hanya bisa terdiam, termangu.
Seluruh bagian yang aku miliki mulai layu. Akarku layu, batang mengering dan daunku hampir semuanya jatuh di tanah. Musuhku mulai mengerumuniku.
"Inikah akhir dari hidupku?"

Minggu, 07 Desember 2014

Pohon: BEST FRIEND

Aku sebatang pohon yang baru tumbuh.
Mimpiku bisa menjadi pohon yang besar dan memiliki daun yang bagus.
Berbagai hal ku lewati untuk mencapai keinginanku, hal menyenangkan maupun tak menyenangkan.
Disini aku akan berbagi hal yang agak sedikit tidak menyenangkan.

Aku tumbuh diantara banyak pohon lainnya. Ada pohon yang tumbuh subur namun ada jugaf sebaliknya. Didaerah aku tumbuh, kalau kata manusia yang biasa lewat disini aku memiliki banyak teman sebaya.

Hal ini bagus tapi juga jelek, kenapa?
Aku salah satu bibit pohon yang bisa dikatakan lumayan bagus daunku warnanya merah ke hijau-hijauan, bentukku unik, aku tumbuh subur. Kondisi ini membuatku terkadang banyak dikerumuni oleh manusia. Kata manusia"tumbuhan ini bagus ya!" Yang lainnya "pengen deh bawa pohon ini di rumah".
Tanaman lainnya juga sering dikunjungi tapi tak sesering seperti aku.
Pohon sebayaku mengatakan kamu enak ya sering dikerumuni manusia apalagi disamping kamu ada pohon yang lebih besar jadinya kamu aman deh kalau ada angin kencang ataupun hujan. Hal ini membuatku merasa tidak enak pada tanaman lainnya, aku tak bisa bicara tapi aku hanya bisa berpasrah bahwa aku akan selalu memperlihatkan bahwa teman mereka. Perbedaan dikondisi kami tak akan menjadi cambuk yang membuatku angkuh.
                                                                                                                                                                                                                                                                           

Sabtu, 06 Desember 2014

MEDAN I'm Coming

Udah lama banget rasanya nggak posting apapun
jadi kali ini bagi-bagi pengalaman aja deh supaya biasa ngisi blog ini...heeee
Dapat kesempatan pergi ke Medan itu suatu hal yang mukjizat yang nggak pernah ada dalam khayalan.
Ini benar-benar kesempatan yang seperti mimpi.
2 minggu di Medannya.
Yaahh,....Walaupun jalan-jalannya cuman 3 hari aja kalau di totalkan, lumayanlah untuk mengenal kota Medan.
Ini beberapa foto hasil jepretan sendiri selama jalan-jalan dikota Medan.











Jumat, 10 Oktober 2014

SEJOLI FISIK DAN JIWA

Kumpulan daging biasa dinamakan fisik yang diisi oleh jiwa
Itulah diri kita
Luka
Fisik akan terluka apabila kita terkena benda yang terlihat tajam. Ketika terluka akan mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya sehingga harus segera diperban.
Jiwa juga mengalami hal yang sama dengan fisik yaitu terluka. Semua orang nggak bisa memungkiri akan hal ini. Jiwa terluka karena benda yang mempesona. Ketika terkena tusukannya jiwa melayang bak burung yang terbang tingi tetapi bisa juga bak sampah yang dibuang kemudian dinjak-injak hingga nggak bisa kelihatan bentuknya. Luka pada daging hanya bisa disembuhkan oleh plester yang nggak bisa dibeli di toko atau minimarket tapi hanya bisa diperoleh dari diri sendiri maupun orang disekeliling yang selalu mendukung kita serta juga kedekatan kita dengan yang Mahakuasa.